Anemia Penyakit Kronik & Anemia Defisiensi Besi

BAB I

Kita mengetahui dan menyadari bahwa setiap penyakit tentu saja memerlukan penanganan atau penatalaksanaan dengan cara atau metode yang berbeda satu sama lainnya. Akan tetapi secara umum di dalam penatalaksanaan suatu penyakit idealnya mutlak diperlukan suatu kerja sama antara profesi kesehatan, sehingga pasien akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif meliputi 3 (tiga) aspek yakni: Pelayanan Medik (Medical Care), Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) dan Pelayanan Keperawatan (Nursing Care).
 Farmasi klinis merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan praktek kefarmasian yang berorientasi pelayanan kepada pasien lebih dari orientasi kepada produk. Farmasi klinis adalah suatu disiplin ilmu yang terkait dengan penerapan  pengetahuan dan keahlian farmasi untuk membantu memaksimalkan efek obat dan meminimalkan toksisitas obat bagi pasien secara individual. Dalam farmasi klinik, seorang farmasis dituntut kesediaanya untuk bertanggungjawab secara profesional, etis dan legal atas terapi obat untuk tujuan pencapaian hasil yang nyata yang memperbaiki kualitas hidup pasien. 

  Karakteristik praktek farmasi klinis yaitu berorientasi kepada pasien, terlibat langsung di ruang perawatan, melakukan intervensi atau memberi masukan kepada dokter sebelum dan setelah pengobatan, bertanggungjawab terhadap setiap saran atau tindakan yang dilakukan, menjadi mitr4a dan pendamping dokter. Untuk dapat berperan secara efektif dalam pelayanan pasien, seorang farmasi memerlukan beberapa keterampilan, dimana keterampilan ini tidak diajarkan di fakultas farmasi. Oleh karena itu, perlu adanya praktek kerja profesi mengenai farmasi klinik  praktek ini bertujuan agar mahasiswa profesi apoteker dapat melakukan dan melatih keterampilan yang terkait dengan pelayanan farmasi yang bertanggungjawab langsung kepada pasien. Diantaranya keterampilan menggunakan catatan kasus, mengkorelasikan keadaan penyakit dengan pemilihan obat, menggunakan catatan kasus pasien, menginterpretasikan data pemeriksaan laboratorium dan sebagainya. Dan yang terutama adalah menganalisa kerasionalan pengobatan yang diberikan kepada pasien (assesment) disertai dengan pendapat atau saran (plan) untuk didiskusikan dengan dokter.
Waktu pelaksanaan PKP Farmasi Klinik dilaksanakan pada tanggal 29  Maret 2012 sampai dengan 12 April 2012. Kasus klinik yang dianalisis ada dua jenis yaitu kasus harian dan kasus besar. Kasus harian diperoleh dari ruang perawatan setiap harinya  yang telah ditentukan kemudian dipelajari lalu dianalisa kerasionalan penggunaan obatnya. Kasus besar dengan topik yang telah ditentukan dipantau setiap hari yang akan dipresentasikan dan dibuat laporan lengkapnya.
Kasus yang dibahas adalah kasus dari pasien di Unit Pelayanan dan Perawatan Lontara 4 atas/belakang Bagian Anak. Kegiatan yang dilakukan adalah mencari dan mewawancarai penderita secara langsung dan mendata berdasarkan medical record penderita yang difokuskan pada penderita dengan kasus “Anemia Penyakit Kronik dan Anemia Defisiensi”.
I.2 Tujuan Praktek Kerja Profesi Apoteker
Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, antara lain bertujuan untuk :
1.      Meningkatkan pemahaman calon apoteker tentang peran, fungsi, posisi dan tanggung jawab apoteker dalam pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit.
2.      Membekali calon apoteker agar memiliki wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman praktis untuk melakukan pekerjaan kefarmasian di Rumah Sakit.
3.      Memberi kesempatan kepada calon apoteker untuk melihat dan mempelajari strategi dan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dalam rangka pengembangan praktek farmasi komunitas di Rumah Sakit.
4.      Mempersiapkan calon apoteker dalam memasuki dunia kerja sebagai tenaga farmasi yang profesional.
5.      Memberi gambaran nyata tentang permasalahan pekerjaan kefarmasian di Rumah Sakit.
I.3 Manfaat Praktek Kerja Profesi Apoteker
Dengan mengikuti PKPA di Rumah Sakit, maka calon apoteker akan memperoleh manfaat antara lain :
1.      Mengetahui, memahami tugas dan tanggung jawab apoteker dalam menjalankan pekerjaan kefarmasian di Rumah Sakit.
2.      Mendapatkan pengalaman praktis mengenai pekerjaan kefarmasian di Rumah Sakit.
3.      Mendapatkan pengetahuan manajemen praktis di Rumah Sakit.
4.      Meningkatkan rasa percaya diri untuk menjadi apoteker yang profesional.
Download file lengkapnya 

0 comments:

Post a Comment