Daun Mimba Terhadap Kadar Glukosa

BAB I
PENDAHULUAN

Di  Indonesia  pengobatan tradisional   sudah   berlangsung  sejak  dahulu, dan obat  tradisional telah digunakan meluas secara turun temurun. Umumnya  obat   tradisional   digunakan  untuk  pencegahan, pengobatan, dan menambah daya tahan tubuh. Dalam sistem kesehatan nasional, obat tradisional digunakan disamping obat modern dan sarana  kesehatan lain. Agar peran obat tradisional dalam pelayanan kesehatan dapat lebih ditingkatkan maka diperlukan suatu usaha  pengenalan, penelitian dan pengembangan khasiat  serta  keamanan  suatu  tumbuhan  obat.
 Tanaman  masih  merupakan  sumber utama  dalam  pencarian obat baru. Oleh sebab itu pemanfaatan bahan tanaman masih merupakan prioritas untuk diteliti mengingat bahan obat-obatan dari tanaman mempunyai keuntungan tersendiri yaitu toksisitasnya rendah, mudah diperoleh,  murah harganya dan kurang menimbulkan efek samping.
Penyakit kencing manis yang dikenal juga dengan nama diabetes mellitus merupakan penyakit yang tidak asing lagi bagi masyarakat. Penyakit yang disebabkan kadar glukosa dalam darah melebihi normal ini mempunyai gejala sering kencing berulang kali dan air kencing berasa manis. Penderita diabetes mellitus yang tidak segera berobat dapat diikuti dengan komplikasi yang bersifat kronis, misalnya gangguan  ginjal atau penyakit jantung koroner (Pranadji, Diah K, 2004).
Salah satu obat tradisional yang digunakan oleh masyarakat sebagai obat diabetes mellitus adalah daun mimba (Azadirachta  indica A. Juss). Hampir semua bagian tanaman mimba bisa dimanfaatkan, bijinya dipakai  sebagai  bahan  pestisida  alami, daunnya dipakai sebagai  obat tradisional,  dan  batangnya  dipakai  sebagai  bahan  bangunan. Penyebaran mimba di Indonesia tumbuh di Bali, Lombok, Jawa Barat khususnya Subang, dan di daerah pantai utara Jawa Timur. Namun,  dalam jumlah kecil pohon mimba sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan populasi mimba terbanyak di dunia ditemukan di India (Sukarno, dkk.,1995).
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari daerah Situbondo, penduduk setempat mengungkapkan bahwa seduhan daun mimba jika diminum menyebabkan nyamuk tidak berani menggigit dan dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Informasi lain yang mendukung pemanfaatan daun mimba diperoleh juga dari Negara tetangga yang memiliki populasi mimba terbesar di dunia, India. Di Negara ini, daun mimba sudah dicantumkan dalam buku resmi mengenai obat-obatan dari bahan alam. Dan berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, bahwa aktivitas hipoglikemik ekstrak daun mimba setingkat dengan glibenklamid. Glibenklamid merupakan bahan aktif yang berfungsi sebagai antidiabetes.
Dari uraian di atas, maka permasalahan yang timbul dalam penelitian adalah apakah ekstrak dari daun mimba dapat mempengaruhi kadar glukosa darah pada mencit. Untuk itu akan dilakukan penelitian pengaruh ekstrak daun mimba terhadap kadar glukosa darah pada hewan uji mencit.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mimba terhadap kadar glukosa darah pada mencit. Dan manfaat dari penelitian ini untuk menambah wawasan dan data ilmiah tentang tanaman mimba sebagai salah satu tanaman budidaya yang dapat berkhasiat menurunkan kadar glukosa darah.

Download Daun Mimba Terhadap Kadar Glukosa

0 comments:

Post a Comment